Mungkin sudah diketahui bahwa film Public Enemies yang disutradrai Michael Mann, adalah film yang berdasarkan kisah nyata. Tapi mungkin yang belum diketahui oleh orang banyak adalah bagaimana Mann mengangkat kisah ini ke dalam sebuah tingkat penceritaan yang tinggi, dan menghidupkan kembali suasana tahun 1930-an dimana Amerika Serikat sedang mengalami Great Depression yang mengakibatkan kelahiran gelombang kriminalitas yang tinggi di kota-kota besar di Amerika. Sebagai konsekuensinya, Federal Bureau of Investigation (FBI) pun dilahirkan.
Dillinger dan Karismanya
John Herbert Dillinger (June 22, 1903 – July 22, 1934), yang diperankan dengan baik oleh Johnny Depp, adalah seorang perampok bank di wilayah barat tengah AS selama tahun 1930-an. Dia adalah seorang penjahat yang berbahaya, yang bertanggung jawab atas pembunuhan sejumlah petugas polisi, perampokan di sedikitnya dua lusin bank dan empat kantor polisi, kabur dari penjara dua kali, namun beberapa orang mengidolakannya sebagai tokoh Robin Hood masa kini. Dia dikenal dengan nama "the Jackrabbit" karena gayanya yang flamboyant dalam setiap perampokannya. Di era ini juga lahir perampok seperti Bonnie and Clyde dan Ma Barker, sehingga era ini juga dikenal sebagai era Public Enemy (1931-1935).
Apa yang membuat perampok yang produktif ini, jika dibandingkan dengan rekan sesama kriminal, adalah pesona karisma dan kecerdasannya yang jarang dimiliki oleh rekan-rekannya. Ketika Dillinger ditangkap untuk pertama kali oleh Melvin Purvis (diperankan oleh Christian Bale), Dillinger mempesona semua orang ketika dia berlaku sangat flamboyant dan karismatik dengan merangkul seorang jaksa penuntut umum, dan dengan tenangnya menjelaskan semua rencananya untuk kabur lagi dan merampok lagi. Kejadian ini juga turut diceritakan di film Public Enemies.
Pada 22 Juli, FBI mendapatkan informasi bahwa Dillinger akan menonton sebuah film di Biograph Theater. Semua agen FBI mengepung theater itu, dan Purvis menunggu Dillinger. Purvis memberi tanda ke agen yang lain dengan menyalakan rokoknya. Lalu ketika Dillinger keluar, semua agen bergerak mengejarnya. Mengetahui dirinya disergap, dia lantas mengambil senjatanya dan hendak kabur. Namun tiga buah peluru telah mengenai tubuhnya. Salah satu peluru mengenai kepala belakangnya dan tembus ke pipi kanan, tepat di bawah matanya. Satu tembakan itu yang paling mematikan, dan membunuh Dillinger malam itu.
Melvin Purvis, Sang Pemburu
Agen Melvin Purvis diperankan oleh Christian Bale. Tokoh ini adalah kunci dari penangkapan Dillinger dan pemimpin atas pemberantasan Public Enemies di tahun 1930-an.
Pada 22 Juli, FBI mendapatkan informasi bahwa Dillinger akan menonton sebuah film di Biograph Theater. Semua agen FBI mengepung theater itu, dan Purvis menunggu Dillinger. Purvis memberi tanda ke agen yang lain dengan menyalakan rokoknya. Lalu ketika Dillinger keluar, semua agen bergerak mengejarnya. Mengetahui dirinya disergap, dia lantas mengambil senjatanya dan hendak kabur. Namun tiga buah peluru telah mengenai tubuhnya. Salah satu peluru mengenai kepala belakangnya dan tembus ke pipi kanan, tepat di bawah matanya. Satu tembakan itu yang paling mematikan, dan membunuh Dillinger malam itu.
Melvin Purvis, Sang Pemburu
Agen Melvin Purvis diperankan oleh Christian Bale. Tokoh ini adalah kunci dari penangkapan Dillinger dan pemimpin atas pemberantasan Public Enemies di tahun 1930-an.
Lahir sebagai Melvin Horace Purvis, Jr. Pada 24 Oktober 1903, Purvis merupakan lulusan Hukum di University of South Carolina. Setelah berkarier sebagai pengacara dalam waktu singkat, dia lalu mulai membangun karirnya sebagai penegak hukum dengan bergabung dengan FBI pada tahun 1927. Sampai akhirnya dia direkrut oleh Direktur FBI, J. Edgar Hoover, untuk memimpin pemberantasan kriminalitas di Chicago pada tahun 1932.
Mungkin peran Melvin Purvis yang dimainkan oleh Christian Bale adalah salah satu cacat dalam film ini, karena tokoh Purvis sebenarnya bertubuh kecil (sekitar 170-an centimeter), sementara Bale yang memerankan tokoh ini bertubuh tinggi besar. Purvis juga dikenal sebagai Little Mel karena tubuhnya yang mungil.
Agen Melvin Purvis meninggal pada 29 Februari 1960. FBI memutuskan bahwa Purvis bunuh diri karena dianggap stress dengan penyakit kanker otaknya. Namun, tak sedikit orang yang menganggap dia tertembak saat membersihkan pistolnya.
Hoover, Obsesinya Untuk Memberantas Kriminal
John Edgar Hoover atau J. Edgar Hoover lahir pada 1 Januari 1895. Dia adalah Direktur FBI pertama, setelah membentuk biro ini pada tahun 1935 dan terus memimpin sampai akhir hayatnya pada tahun 1972.
Hoover berobsesi untuk memberantas kejahatan di Amerika dengan membentuk sebuah institusi yang memiliki keahlian ilmiah untuk memberantas kejahatan, dan memiliki kekuasaan untuk bertindak di semua Negara bagian AS. Dia berjuang melawan semua senat dan birokrasi yang korup, yang selalu menggagalkan permintaannya untuk membangun institusi ini. Di era Public Enemies, dia tetap memimpin untuk membasmi kejahatan. Sampai akhirnya, tim Hoover, yang dipimpin oleh Purvis, berhasil membunuh musuh masyarakat nomor satu, John Dillinger.
Hoover pun memimpin FBI, dan pengaruhnya di dunia pemberantasan kejahatan di Amerika sangat kuat sehingga Presidents Harry Truman, John F. Kennedy, and Lyndon B. Johnson, semua mempertimbangkan kembali untuk memecat Hoover karena efek politis dari kepergian Hoover dinilai akan terlalu besar.
Sedikit tentang kehidupan pribadi Hoover, adalah bahwa dia melajang seumur hidupnya. Masyarakat pun mengetahui dia sebagai seorang homoseksual. Lalu rekannya sesama Direktur di FBI, Clyde Tolson, dianggap sebagai kekasihnya. Hoover menggambar Tolson sebagai alter ego-nya. Mereka tidak hanya bekerja sama setiap hari , tetapi mereka juga makan, pergi ke klub malam, dan berliburan bersama. Tolson pun mewarisi semua rumah Hoover dan tinggal di rumah Hoover. Dia juga menerima bendera Amerika yang digunakan untuk menutup peti mati Hoover. Tolson dimakamkan tidak jauh dari makam Hoover di Congressional Cemetary.
Sumber: Wikipedia.com, johndillinger.com










